Kiamat Sudah Dekat (?)

Kiamat sudah dekat. Salah satu dari 6 Rukun Iman adalah Iman Kepada Hari Akhir. Hari Akhir, lebih akrab kita dengan nama Hari Kiamat. “Hari itu, Hari Kiamat, hari yang menghancurkan umat” kata secuplik syair Raja Dangdut, Haji Rhoma Irama. Dan memang benar, begitulah gambaran singkat Hari Kiamat yakni hari penghancuran seluruh alam semesta.

Seperti halnya Rukun Iman yang lain, syarat kita beriman atas Hari Kiamat yaitu dengan meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan melakukan dengan perbuatan.

Bagaimana bentuk iman yang berupa perbuatan atas adanya hari kiamat?

  • Semakin iman dan taqwa kepada Allah, selalu meningkat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, terus istiqomah menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.
  • Muncul Rasa Khauf dan Raja’ kepada Allah, Khauf artinya takut. Maksudnya adalah perasaan takut akan pertanggungjawaban amal selama di dunia, sehingga akan membuat kita lebih berhati-hati dalam beramal dan juga rasa takut jika seandainya amal ibadah yang kita kerjakan tidak diterima Allah. Raja’ artinya berharap, selalu berharap dalam setiap aktivitas bahwa apa yang dikerjakan merupakan amalan yang diterima disisi-Nya.
  • Menjauhi maksiat, bentuk iman kepada hari kiamat dengan selalu menjauhi maksiat. Karena hari kiamat hadirnya secara tiba-tiba, sehingga harus kita antisipasi seandainya saat kita bermaksiat terjadi kiamat maka kita akan mati dalam kondisi yang su’ul khatimah.
  • Persiapan diri dengan professional. Dunia adalah ladang bagi akhirat, sudah pasti kita harus mengolah ladang dunia ini agar dapat dipanen hasilnya untuk perjalanan menuju akhirat. Tidak ada cara selain mempersiapkan dengan baik. Professional disini dapat berarti kita harus memilki skill khusus dalam mempersiapkannya, diawali dengan rencana kerja, lalu evaluasi layaknya karyawan yang dibawah pengawasan atasan yaitu Allah Swt.
Baca juga:  Dimanakah Tempat Kembali Terbaik?

Kapan Kiamat itu?

Seperti yang kita ketahui, hari kiamat merupakan salah satu rukun iman yang sudah sepatutnya diimani oleh kaum muslim. Hari dimana semua kehidupan makhluk ciptaan Allah SWT akan berakhir sudah pasti akan terjadi.

Pada hari tersebut, Allah akan menunjukkan kejadian-kejadian yang luar biasa bagi alam semesta. Apakah ada yang tahu kapan terjadinya hari kiamat itu? Tidak, tidak ada seorang pun yang tahu kapan terjadinya hari kiamat. Hanya Allah lah yang tahu.

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِىٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Allah berfirman dalam Quran Surat Al-A’raf Ayat 187 yang artinya: Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “kapan terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia”

Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa hanya Allah lah yang mengetahui saat terjadinya hari Kiamat itu. Kepastian terjadinya hari Kiamat dan apa yang terjadi pada hari Kiamat sudah banyak dijelaskan dalam Al-Quran.

Baca juga:  Tukang Tipu yang Tertipu

Maka kita sebagai umat muslim harus yakin dan percaya bahwa hari kiamat itu akan datang dan hanyalah Allah  yang tau kapan terjadinya. Bentuk yakin dan percaya? Seperti yang sudah kita bahas diatas.

Ingatlah bahwa kehidupan dunia adalah ladang kehidupan akhirat, jembatan untuk menuju ke alam akhirat nantinya. Kehidupan dunia hanyalah sementara, dan akhirat merupakan kehidupan selamanya.

Dunia sementara, akhirat selamanya.

“Jangan tanya ‘kapan datangnya kiamat’, tapi tanyalah pada diri sendiri ‘persiapan apa untuk menghadapi kiamat?’”

Semoga bermanfaat…

Referensi: https://tafsirweb.com/2641-quran-surat-al-araf-ayat-187.html

https://dalamislam.com

Add Comment